Kejenuhan Siswa Diatasi Konseling Seni Kreatif

KULONPROGO, KRJOGJA – Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), memfasilitasi guru-guru Bimbingan dan Konseling di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul untuk mencegah kondisi burn out siswa, serta mengurangi dan mengatasi problematika ‘burn out’ atau kejenuhan siswa selama pembelajaran di masa pandemic covid-19.

Pendampingan dilakukan oleh Agus Supriyanto MPd dan Hardi Prasetiawan MPd sebagai dosen UAD, Minggu (13/06/2021). Kegiatan pendampingan bertujuan untuk membantu guru Bimbingan dan Konseling dalam kegiatan pencegahan burn out siswa dengan pendekatan konseling seni kreatif. “Kondisi sekarang adalah burn out siswa terjadi karena siswa merasa jenuh dan lelah dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19,” kata Hardi Prasetiawan MPd, Rabu (16/06/2021).

Dijelaskan Hardi Prasetiawan, pendampingan guru Bimbingan dan Konseling untuk memiliki keterampilan dalam pelaksanaan konseling seni kreatif. Konseling seni kreatif dapat membantu siswa dalam mereduksi, mencegah, dan mengentaskan kondisi burn out siswa. Guru lebih mengenal konseling seni kreatif dengan berbagai teknik konseling yaitu 1) konseling kreatif metafora, 2) konseling kreatif impact, 3) konseling kreatif ekspresif, 4) konseling kreatif guided imagery, 5) konseling kreatif prop intervention, 6) konseling kreatif reading intervention, 7) konseling kreatif writing intervention, 8) konseling kreatif music intervention, 9) konseling kreatif play intervention.

Pendampingan dosen UAD dengan dua sesi. Sesi pertama oleh Agus Supriyanto dan sesi kedua oleh Hardi Prasetiawan. Sesi pertama menyampaikan materi tentang problematika kejenuhan belajar (burn out) yang dialami oleh peserta didik selama masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, secara khusus dengan berbagai identifikasi dan solusinya.

Selanjutnya sesi kedua menyampaikan tentang bagaimana intervensi guru Bimbingan dan Konseling dengan konseling seni kreatif. Konseling seni kreatif untuk mencegah burn out siswa sebagai layanan responsive. Konseling seni kreatif menjadi sebuah wawasan dan pengetahuan dalam menambah khasanah praktik layanan Bimbingan dan Konseling.

Pendampingan dari Dosen BK-UAD, sebagai kegiatan masyarakat bekerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Kulonrpogo. Tujuan pendampingan telah dapat mengembangkan kualitas dan kompetensi guru bimbingan dan konseling secara professional, pedagogik, sosial, maupun kepribadian sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008.

“Kunci dari pengembangan profesi guru adalah kolaborasi antara Lembaga Pendidikan Tinggi dan Kependidikan (LPTK) dengan Guru Bimbingan dan Konseling di wilayah masing-masing maupun di Indonesia,” tandasnya. (Jay)

Pelatihan Kepemimpinan Dan Profesionalisme Mahasiswa Akademi Kebidanan Mulia Madani

(31/12/2020) Dosen Prodi BK FKIP UAD melaksanakan pengabdian berupa latihan dasar kepemimpinan Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta Tahun Akademik 2020/2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Kebidanan Mulia Madani. Keterampilan kepemimpinan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki dalam berorganisasi. Dalam kesempatan tersebut Ulfa Danni Rosada, M.Pd. sebagai perwakilan dosen program studi bimbingan dan konseling memberikan materi dengan tema “Leadership Mental Health”. Diharapkan dari kegiatan tersebut mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih jelas terkait beberapa gaya kepemimpinan dan mengevaluasi diri untuk mengenali tipe kepemimpinan yang dimiliki masing-masing mahasiswa. Pelatihan tersebut juga memberikan penekanan bahwa seorang pemimpin perlu memiliki kesehatan mental dengan menjadi pemimpin yang berkarakter, memiliki integritas tinggi, menjunjung moral dan norma yang berlaku dalam masyarakat dan memiliki tanggungjawab.

Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat Di Sesar Kali Opak, Jogotirto, Berbah, Sleman

(20/12/20) Dosen Prodi BK, FKIP, UAD melaksanakan kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) yang dilakukan dengan metode penyuluhan, workshop, pendampingan, penugasan mandiri, dan simulasi. Kegiatan dilakukan secara daring dan tatap muka, mengingat terjadi pandemic Covid-19. Program pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan pengurus cabang Muhammadiyah Kecamatan Berbah Sleman dan desa Jogotirto Berbah Sleman.
Mengingat pandemi Covid-19, atas rekomendasi Lurah Jogotirto kegiatan yang diikuti perwakilan Karang Taruna Jogotirto dilaksanakan secara daring dan tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan. Adapun materi yang disampaikan meliputi manajemen bencana dasar, pengantar pengurangan risiko bencana gempa bumi, pelatihan keterampilan praktik kajian risiko bencana, dan sebagainya. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini didukung oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah dan Kalurahan Jogotirto Berbah Sleman.
Salah satu indikator utama keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah munculnya pemahaman baru tentang konsep pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Selain itu, tersusunnya juga rencana aksi sebuah komunitas untuk dapat lebih tanggap terhadap terjadinya bencana gempa bumi akibat pergeseran sesar Opak di Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Pengabdian pada Masyarakat : Dusun Garon, Panggungharjo, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta

Kondisi stunting bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Itu disosialisasikan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dalam workshop remaja tangguh bergizi untuk mencegah stunting kepada remaja dan pendamping Bina Keluarga Remaja (BKR) Padukuhan Garon, Desa Panggungharjo, Bantul, Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11).

Tim diketuai oleh Dr. Dody Hartanto, M.Pd, bersama Ratu Matahari, S.KM., M.A., M.Kes, dan Desi Nurfita, S.KM., M.Kes(Epid).

Dody menuturkan, Kegiatan workshop ini dilakukan dengan memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja dan pentingnya menjaga asupan gizi dalam mempersiapkan 1000 HPK, masalah gizi dan penyakit-penyakit pada remaja, dan tantangan menjadi generasi millennial yang tangguh.

“Peserta diajak untuk menganalisis masalah dengan pendekatan studi kasus, agar dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan remaja dalam mempersiapkan 1000 HPK,” ujarnya.

Menurut Dody, remaja merupakan fase kritis dalam siklus kehidupan manusia karena adanya perubahan fisik, psikologis, dan juga lingkungan sosial. Maka perlu mendapatkan perhatian khusus untuk menjaga kualitas pemenuhan gizi supaya terwujud SDM yang berkualitas.

Sementara itu, Ratu menyampaikan, remaja sebagai individu yang dinamis dan didukung kelembagaan pemuda berpotensi menjadi motor penggerak perubahan perilaku remaja dalam memenuhi kebutuhan gizi yang baik.

“Khususnya bagi remaja putri dalam mempersiapkan kehamilan, persalinan, dan nifas, hingga memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal,” ungkapnya.

Selanjutnya, Desi menjelaskan, masih kuatnya stereotype masyarakat kita bahwa cantik itu harus kurus, membuat banyak remaja yang melakukan diet tanpa advice tenaga kesehatan.

“Ini menimbulkan resiko terjadinya anemia, kurangnya energinkronik (KEK), dan overweight, hingga penyakit lain seperti Diabetes dan Penyakit Jantung Koroner (PJK),” terangnya.

Kepala Padukuhan Garon Rosada mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk bersinergi menguatkan peran remaja dalam mempersiapkan 1000 HPK.

“Hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang terhadap perbaikan kualitas peradaban suatu bangsa. Ke depan dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan serupa dengan sasaran yang berbeda,” jelasnya.

Ditambahkan, Prevalensi angka stunting atau balita pendek menurut tinggi badan dan usia di DIY adalah sebesar 14,36. Ini berdasarkan profil kesehatan DIY tahun 2016. Angka ini turun menjadi 13,86 pada tahun 2017.

Namun, prevalensi angka balita pendek atau stunting di Provinsi DIY masih tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013 8,2 persen.

Disebutkan, salah satu kabupaten di DIY yang menjadi kabupaten atau kota prioritas intervensi stunting adalah Bantul. (Subiyantoro)

Sumber: wartajogja.id

Pentingnya Ketahanan Keluarga Terhadap Pembentukan Pribadi Individu

(7/2/2020) Prodi BK FKIP UAD yang diwakili oleh Amien Wahyudi, M.Pd. menyelenggarakan pengabdian masyarakat yang dilakukan di balai desa dusun cowelo kidul, desa candirejo kecamatan semanu kabupaten gunung kidul. Kegiatan ini  dilangsungkan berbarengan dengan kegiatan KKN Mahasiswa UAD di desa tersebut, yang diikuti oleh 30 ibu-ibu yang berasal dari dusun Gebang, Cuwelu Kidul dan Soka. Tingginya masalah yang terjadi di dalam keluarga menyebabkan rentannya keluarga terhadap masalah emosional. Melihat fenomena tersebut maka dosen prodi BK UAD mengadakan kegiatan penyuluhan yang mengangkat tema Ketahan Keluarga. Diharapkan dengan diangkat nya tema ini masyarakat, khususnya kaum ibu, mengetahui betapa pentingnya ketahanan keluarga terhadap pembentukan pribadi individu karena penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki ketahan rendah rentan menjadikan individu mengalami gangguan emosi seperti cemas, rendah diri bahkan melakukan tindakan agresi.

Bimbingan Dan Konseling Kedamaian Universitas Hein Namotemo

(Selasa, 24/09/2019) Dosen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Kegeuruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan  menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui kuliah umum di Universitas Hein Namotemo, Maluku Utara. Kegiatan ini bagian dari desiminasi dana penelitian dari Kemenristek Dikti. Pemateri kuliah umum adalah Agus Supriyanto, M.Pd. dan ditemani oleh Hardi Prasetiawan, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksankan pada hari Selasa, 24 September 2019 di Ruang Seminar Universitas Hein Namotemo. Peserta kuliah umum adalah seluruh Mahasiswa dan Dosen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Imu Sosial dan Kependidikan, Universitas Hein Namotemo.

Tema kegiatan pengabdian adalah Bimbingan dan Konseling Kedamaian. Tema ini diangkat karena merebaknya perilaku agresi yang muncul di Indonesia pada Pemilihan Umum Presiden. Perilaku agresi yang muncul dengan berbagai bentuk yaitu verbal, fisik, marah, maupun benci. Model bimbingan dan konseling kedamaian diterapkan melalui mekanisme bimbingan kedamaian secara klasikal dan kelompok, serta konseling secara individual dan kelompok. Kuliah umum juga menerapkan kegiatan konseling kedamaian dan dievaluasi bersama mahasiswa dan dosen bmbingan dan konseling di Universitas Hein Namotemo.

Melatih Guru Untuk Mampu Menyusun Proposal Penelitian Tindakan Bimbingan Dan Konseling

(28/08/2019) Dosen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Kegeuruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan  menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dengan tema Peningkatan Kemamuan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menyusun Proporal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Peserta program adalah guru bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Muhammadiyah (SMP/ SMA/ SMK) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah peserta yang hadir adalah 28 peserta.

Program ini dirancang karena inisiasi karena problematika guru bahwa guru hanya mengejar laporan penelitian, tetapi belum tentu merancang atau merencanakan penelitian (proporsal) sejak awal masalah. Program ini diinisiasi oleh dosen bimbingan dan konseling. Pemateri dari program ini adalah Agus Supriyanto, M.Pd., Agungbudiprabowo, M.Pd., dan Drs. Purwadi, M.Si., Ph.D. Program ini juga dibantu oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Ahmad Dahlah yaitu Dr. Sri Hartini, M.Pd.  Pelaksanaan program pada bulan Agustus 2019 selama 1 bulan.

Materi program ini meliputi pengetahun dan pemahaman tentang konsep dasar dari Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling atau disingkat PTBK. Kemudian dilanjutkan dengan materi Penngkatan Kemampuan Menyusun Pendahuluan dari identifikasi permasalahan, merumuskan masalah, tujuan penelitian, mengetahui variabel pneleitian, menyusun latar belakang masalah, dan manfaat penelitian. Tahap berikutnya guru belajar menyusun kajian teoritis dengan bantuan google scholar sebagai rujukan. Kemudian guru belajar menyusun metode penelitian dan instrument penelitian sebagai dasar pengembangan diri. Terakhir guru belajar dan menyusun publikasi ilmiah berbentuk gagasan ilmiah dari proposal. Hasil yang sudah disusun telah dipresentasikan oleh guru sebagai evaluasi diri. Program ini memberikan dampak kemampuan guru untuk mampu merancang proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling dan aplikasi di sekolah.

Penyuluhan TRIAD KRR dan Bakti Sosial di Panti Asuhan Amanah

Minggu, 21 Juli 2019 PIK M Sahabat Mentari UAD telah menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) dan Bakti Sosial yang bertempat di Panti Asuhan Amanah Trimulyo dengan dua pemateri yaitu pemateri satu disampaikan oleh Rizki Agus Prayudi dengan materi Genre “Bahaya Berpacaran” dan pemateri dua oleh Ziti Zainah dengan materi Genre “Pola Hidup Sehat”. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang TRIAD KRR kepada Anak-anak yatim piatu & duafa di Panti Asuhan Amanah dan kegiatan ini dapat meningkatkan rasa syukur kita terhadap Allah SWT dan menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama dengan memberikan bantuan dana melalui penggalangan di media sosial.

Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Amanah Trimulyo di jalan Imogiri Timur yang diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari anggota PIK M Sahabat Mentari periode 2019/2020 dan Anak-Anak Panti Asuhan Amanah. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00-13.00 WIB, yang dibuka oleh Ibu Aprilia Setyowati, M.Pd selaku DPM PIK M Sahabat Mentari. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pertama diisi dengan pemaparan materi Genre dan sesi kedua diisi dengan games, games dilakukan oleh Anak-anak Panti Asuhan Amanah dan juga Anggota PIK M Sahabat Mentari dengan permainan Ular Tangga dan permainan Tusuk Sate guna untuk melatih konsentrasi dan menjalin kerjasama yang baik.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini agar PIK M Sahabat Mentari dan Anak-Anak di Panti Asuhan Amanah mendapatkan wawasan dan informasi mengenai TRIAD KRR, melakukan tindakan yang tepat dalam menjaga diri untuk menjauhi pacaran dan menjaga pola hidup sehat, memperlakukan Anak-Anak Panti Asuhan Amanah dengan cara yang sesuai sehingga pengurus PIK M Sahabat Mentari Periode 2019/2020 dapat menjadi pelopor dan agent of change dalam memberikan informasi dan motivasi.

Selama kegiatan berlangsung, Anak-Anak Panti Asuhan Amanah sangat antusias dalam menyimak materi. Materi yang disampaikan oleh kedua pemateri mampu menumbuhkan keingintahuan Anak-Anak mengenai materi GenRe. Anak-Anak di Panti Asuhan Amanah juga sangat senang ketika diadakannya sesi games yaitu Ular Tangga dan Tusuk Sate.

Pelaksanaan Teknik Layanan Bimbingan Dan Konseling Untuk Mengatasi Perilaku Bullying Di SMP Wilayah Kulon Progo

(10/07/2019) Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan prodi BK FKIP UAD di SMP Wilayah Kulon Progo yang digerakkan oleh Hardi Prasetiawan, M.Pd., Amien Wahyudi, M.Pd. dan Dra. Erni Hestiningrum, M.A. Proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan sebanyak delapan sesi yang tujuannya adalah untuk membekali dan membangun keterampilan guru BK dalam mengembangkan dan melaksanakan layanan dasar maupun responsif untuk mencegah perilaku bullying pada siswa.

Dalam kegiatan ini, Guru BK dilatih untuk mempersiapkan suatu bentuk layanan bimbingan dan konseling yang kekinian menggunakan Media BK dan pendekatan dalam konseling. Evaluasi hasil yang didapatkan adalah para siswa mampu untuk mencegah tindakan bullying dilakukan di lingkungan sekolah juga di luar sekolah. Teknik yang digunakan untuk Layanan Bimbingan dan Konseling menjadi suatu penggerak Guru BK dengan siswa untuk memiliki kesadaran bersama untuk mencegah bullying.

PRODI BIMBINGAN KONSELING DAN PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN GALAKKAN REMAJA ANTI KLITIH DI SLEMAN

Klitih menjadi masalah yang masih menjadi pekerjaan rumah banyak pihak. Perilaku ini merupakan salah satu bentuk anrkisme remaja yang sekarang sedang marak di Yogyakarta. Klitihidentik dengan segerombolan para remaja yang ingin melukai atau melumpuhkan lawannya dengan kekerasan. Ironisnya klitih juga sering kali melukai lawannya dengan benda-benda tajam seperti: pisau, gir, pedang samurai, dll. Perilaku ini menurut data kepolisian, pelaku paling banyak berasal dari Kabupaten Sleman, tepatnya di desa Purwomartani, kecamatan Kalasan.

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah inisiasi untuk membentuk organisasi remaja anti klitih yang mana salah satunya dibentuk di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan. Organisasi tersebut terintegrasi dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) dengan salah satu gugusnya “Remaja anti Klitih”. Gugus tersebut bertugas untuk mengontrol teman sebayanya yang berpotensi melakukan tindakan kekerasan atau bahkan klitih. Antisipasi yang dilakukan sedini mungkin ini diharapkan dapat mengurangi maraknya perilaku klitih yang dilakukan remaja.

Kegiatan yang diinisiasi oleh bapak Agus Supriyanto dan bapak Wahyu Nanda Eka Saputra dari prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan serta Bapak Purwadi dari prodi Psikologi Universitas Ahmad Dahlan ini mendapat apresiasi dan dukungan dari lembaga sekolah, yaitu SMP Muhammadiyah 2 Kalasan. Sambutan baik ini diwujudkan pihak sekolah dengan memberikan berbagai fasilitas dan ruangan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan pada siswa. Harapannya PIK R dengan gugus “Remaja anti Klitih” ini bisa memfasilitasi penurunan perilaku kekerasan seperti klitih terutama yang berasal dari siswa di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan serta menjadi media inoformasi bagi siswa lain agar tidak menjadi korban perilaku klitih.