Hari AIDS Sedunia: Mahasiswa BK UAD Melaksanakan Mini Kampanye Untuk Meminimalisir Stigma Negative Terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)

Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Sahabat Mentari (PIK M Sahabat Mentari) merupakan organisasi dibawah naungan program studi (Prodi) bimbingan dan konseling (BK) fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) universitas ahmad dahlan (UAD) Yogyakarta. Perlu diketahui bahwasannya pada tanggal 01 Desember 2021 PIK M Sahabat Mentari mengadakan mini kampanye dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia. Kegiatan kampanye tersebut dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan di halaman lobby kampus 4 atau kampus utama yang berada di Jl. Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada pagi hari pukul 10.00-11.30 WIB. Selanjutnya disusul sesi kedua yang dilaksanakan di Alun-alun kidul Yogyakarta pada sore hari pukul 16.00-20.00 WIB.

Kegiatan kampanye ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan Camp Counseling & Adventure Based Counseling (CC&ABC). Yang mana kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap tahun oleh Prodi Bimbingan Dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan mewajibkan mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan tersebut.  Kegiatan CC & ABC ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan dasar yang berkenaan dengan bimbingan dan konseling. Dalam kegiatan ini juga tentunya melibatkan organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling dan PIK M Sahabat Mentari. Puncak dari kegiatan CC & ABC ini dilaksanakan pada hari sabtu & minggu tanggal 4 & 5 di ruangan Amphitarium kampus 4 atau kampus utama UAD dan daring melalui streaming youtube Prodi BK UAD. Kegiatan tersebut diadakan secara bleanded daring dan luring berupa penyampaian materi, sharing & diskusi, dan tentunya games menarik.

Sejumlah lima belas mahasiswa anggota PIK M Sahabat Mentari yang berdomisili di Yogyakarta ikut serta dalam kegiatan mini kampanye. Menurut Adi Ramdani selaku ketua PIK M Sahabat Mentari periode 2020/2021, kegiatan mini kampanye ini bertujuan untuk meminimalisir stigma negatif masyarakat terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) dan juga memberikan dukungan positif terhadap ODHA sebagai bentuk peduli kita terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Sejalan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memilih tema “Akhiri Ketimpangan Akhiri AIDS” tersebut  yang bertujuan untuk menjangkau orang-orang yang masih kurang meyadari terkait bahayanya penyakit HIV/AIDS. Kasus HIVAIDS dari tahun ke tahun semakin meningkat. Data WHO tahun 2017 menyatakan bahwa hingga akhir tahun 2017 terdapat 36,9 juta orang hidup dengan HIV, dengan 1,8 juta infeksi baru di tahun yang sama.

Sedangkan pada tahun 2021 Data terakhir sampai Maret 2021, seperti dilaporkan oleh Ditjen P2P, Kemenkes RI, tanggal 25 Mei 2021, menunjukkan jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 558.618 yang terdiri atas 427.201 HIV dan 131.417 AIDS. Jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS yang terdeteksi pada priode Januari – Maret 2021 sebanyak 9.327, terdiri atas 7.650 HIV dan 1.677 AIDS yang dilaporkan 498 kabupaten dan kota dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia.

Covid 19 memang belum usai tetapi HIV/AIDS masih mengintai, jika kesadaran masyarakat masih minim terhadap penyakit HIV/AIDS. Oleh karena itu PIK M Sahabat Mentari UAD menggelar aksi mini kampanye sebagai bentuk dukungan dan mengingatkan terhadap masyarakat terkait HIV/AIDS. Tatapi bukan berarti untuk menjahui orang dengan HIV/AIDS (ODHA), justru selalu mendukung dan memberikan semangat terhadap ODHA selaras dengan jargonnya “Jauhi Penyakitnya Bukan Orangnya”.

(Penulis: Siti Rohimatul Auliyah, Ajib Busrol Mustofa, Anggota PIK M Sahabat Mentari UAD Periode 2020/2021)

 

Prodi BK FKIP UAD Pelatihan Dasar Kepemimpinan

UNIVERSITAS Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerjasama dengan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta mengadakan pelatihan dasar kepemimpinan bagi Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Jum’at (17/7/2021) lalu.

Materi pelatihan disampaikan Badrudin ARK, S.Ag, M.Si (Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta) yang membahas kepemimpinan dalam Islam, Ariadi Nugraha, S.Pd, M.Pd (dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta) menyampaikan terkait leadership dan Agung Budi Prabowo, S.Pd, M.Pd (Dosen Prodi BK FKIP UAD) terkait soal keorganisasian dan softskills.

“Oleh karenanya, sikap kepemimpinan menjadi hal yang sangat penting untuk kita kembangkan,” Badrudin ARK, S.Ag, M.Si, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.

Menurut Badrudin, siswa sebagai generasi muda merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki potensial tinggi dalam upaya membangun bangsa Indonesia di masa yang akan datang.

Keberlangsungan bangsa akan berada pada generasi muda sebagai estafet perjuangan bangsa dalam mengisi kemerdekaan sebagai wujud dalam merealisasikan kemerdekaan bangsa.

Siswa sebagai generasi muda merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa. Dan maju-mundurnya suatu bangsa akan dipengaruhi oleh generasi penerusnya.

Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang siswa adalah sikap kepemimpinan. “Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu kebetulan atau hanya bakat yang dibawa sejak lahir atau turunan,” ungkap Agung Budi Prabowo, S.Pd, M.Pd.

Menciptakan seorang pemimpin, dikatakan Agung, membutuhkan sistem atau regulasi pendidikan yang terpadu, integral dan universal, yang mengarah kepada pembentukan sosok pemimpin yang handal di masa yang akan datang.

Realita saat ini, banyak siswa di sekolah — khususnya pada masa remaja awal — yang tidak memiliki sikap kepemimpinan dan menyalahgunakan conformitas. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan peserta didik secara psikologis, sosial, pribadi, belajar, karir dan moral.

Ariadi dalam pemaparannya menjelaskan, seseorang memiliki jiwa kepemimpinan bila memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain, memiliki sifat yang baik, efektif, efisien dan produktif yang menjadi contoh dan diteladani orang lain.

“Selain itu, seseorang harus memiliki perilaku yang dinillai baik oleh orang lain dan diikuti oleh orang banyak,” tandas Ariadi.

Tidak ada satu cara yang terbaik untuk mempengaruhi perilaku orang-orang. Dan gaya kepemimpinan yang efektif bagi Ariadi adalah kepemimpinan yang disesuaikan dengan tingkat kedewasaan (maturity) organisasinya.

“Kedewasaan pengurus terkait dengan dua hal, kematangan kompetensi dan kematangan psikologis,” papar Ariadi.

Kegiatan pelatihan tersebut bersamaan dengan acara Milad ke-60 IPM yang diikuti 41 siswa Pimpinan Ranting IPM SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta secara daring menggunakan aplikasi Zoom dan kanal YouTube Muchild TV.

Diikuti pula pembina kesiswaan, kepala sekolah dan guru SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

“Semoga kerjasama yang baik dengan SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta ini bisa terjalin dengan baik dan memberikan banyak manfaat untuk kedua belah pihak, khususnya dalam pengembangan kesiswaan,” kata Naning Hidayati, S.Pd. (fan)

Sumber : inilahjogja.com

Kejenuhan Siswa Diatasi Konseling Seni Kreatif

KULONPROGO, KRJOGJA – Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), memfasilitasi guru-guru Bimbingan dan Konseling di Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul untuk mencegah kondisi burn out siswa, serta mengurangi dan mengatasi problematika ‘burn out’ atau kejenuhan siswa selama pembelajaran di masa pandemic covid-19.

Pendampingan dilakukan oleh Agus Supriyanto MPd dan Hardi Prasetiawan MPd sebagai dosen UAD, Minggu (13/06/2021). Kegiatan pendampingan bertujuan untuk membantu guru Bimbingan dan Konseling dalam kegiatan pencegahan burn out siswa dengan pendekatan konseling seni kreatif. “Kondisi sekarang adalah burn out siswa terjadi karena siswa merasa jenuh dan lelah dalam pembelajaran daring selama pandemi Covid-19,” kata Hardi Prasetiawan MPd, Rabu (16/06/2021).

Dijelaskan Hardi Prasetiawan, pendampingan guru Bimbingan dan Konseling untuk memiliki keterampilan dalam pelaksanaan konseling seni kreatif. Konseling seni kreatif dapat membantu siswa dalam mereduksi, mencegah, dan mengentaskan kondisi burn out siswa. Guru lebih mengenal konseling seni kreatif dengan berbagai teknik konseling yaitu 1) konseling kreatif metafora, 2) konseling kreatif impact, 3) konseling kreatif ekspresif, 4) konseling kreatif guided imagery, 5) konseling kreatif prop intervention, 6) konseling kreatif reading intervention, 7) konseling kreatif writing intervention, 8) konseling kreatif music intervention, 9) konseling kreatif play intervention.

Pendampingan dosen UAD dengan dua sesi. Sesi pertama oleh Agus Supriyanto dan sesi kedua oleh Hardi Prasetiawan. Sesi pertama menyampaikan materi tentang problematika kejenuhan belajar (burn out) yang dialami oleh peserta didik selama masa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, secara khusus dengan berbagai identifikasi dan solusinya.

Selanjutnya sesi kedua menyampaikan tentang bagaimana intervensi guru Bimbingan dan Konseling dengan konseling seni kreatif. Konseling seni kreatif untuk mencegah burn out siswa sebagai layanan responsive. Konseling seni kreatif menjadi sebuah wawasan dan pengetahuan dalam menambah khasanah praktik layanan Bimbingan dan Konseling.

Pendampingan dari Dosen BK-UAD, sebagai kegiatan masyarakat bekerjasama dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Kulonrpogo. Tujuan pendampingan telah dapat mengembangkan kualitas dan kompetensi guru bimbingan dan konseling secara professional, pedagogik, sosial, maupun kepribadian sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2008.

“Kunci dari pengembangan profesi guru adalah kolaborasi antara Lembaga Pendidikan Tinggi dan Kependidikan (LPTK) dengan Guru Bimbingan dan Konseling di wilayah masing-masing maupun di Indonesia,” tandasnya. (Jay)

Pelatihan Kepemimpinan Dan Profesionalisme Mahasiswa Akademi Kebidanan Mulia Madani

(31/12/2020) Dosen Prodi BK FKIP UAD melaksanakan pengabdian berupa latihan dasar kepemimpinan Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta Tahun Akademik 2020/2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Kebidanan Mulia Madani. Keterampilan kepemimpinan merupakan keterampilan dasar yang perlu dimiliki dalam berorganisasi. Dalam kesempatan tersebut Ulfa Danni Rosada, M.Pd. sebagai perwakilan dosen program studi bimbingan dan konseling memberikan materi dengan tema “Leadership Mental Health”. Diharapkan dari kegiatan tersebut mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih jelas terkait beberapa gaya kepemimpinan dan mengevaluasi diri untuk mengenali tipe kepemimpinan yang dimiliki masing-masing mahasiswa. Pelatihan tersebut juga memberikan penekanan bahwa seorang pemimpin perlu memiliki kesehatan mental dengan menjadi pemimpin yang berkarakter, memiliki integritas tinggi, menjunjung moral dan norma yang berlaku dalam masyarakat dan memiliki tanggungjawab.

Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat Di Sesar Kali Opak, Jogotirto, Berbah, Sleman

(20/12/20) Dosen Prodi BK, FKIP, UAD melaksanakan kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) yang dilakukan dengan metode penyuluhan, workshop, pendampingan, penugasan mandiri, dan simulasi. Kegiatan dilakukan secara daring dan tatap muka, mengingat terjadi pandemic Covid-19. Program pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan pengurus cabang Muhammadiyah Kecamatan Berbah Sleman dan desa Jogotirto Berbah Sleman.
Mengingat pandemi Covid-19, atas rekomendasi Lurah Jogotirto kegiatan yang diikuti perwakilan Karang Taruna Jogotirto dilaksanakan secara daring dan tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan. Adapun materi yang disampaikan meliputi manajemen bencana dasar, pengantar pengurangan risiko bencana gempa bumi, pelatihan keterampilan praktik kajian risiko bencana, dan sebagainya. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini didukung oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Berbah dan Kalurahan Jogotirto Berbah Sleman.
Salah satu indikator utama keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah munculnya pemahaman baru tentang konsep pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Selain itu, tersusunnya juga rencana aksi sebuah komunitas untuk dapat lebih tanggap terhadap terjadinya bencana gempa bumi akibat pergeseran sesar Opak di Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Pengabdian pada Masyarakat : Dusun Garon, Panggungharjo, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta

Kondisi stunting bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Itu disosialisasikan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, dalam workshop remaja tangguh bergizi untuk mencegah stunting kepada remaja dan pendamping Bina Keluarga Remaja (BKR) Padukuhan Garon, Desa Panggungharjo, Bantul, Sabtu (14/11) dan Minggu (15/11).

Tim diketuai oleh Dr. Dody Hartanto, M.Pd, bersama Ratu Matahari, S.KM., M.A., M.Kes, dan Desi Nurfita, S.KM., M.Kes(Epid).

Dody menuturkan, Kegiatan workshop ini dilakukan dengan memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja dan pentingnya menjaga asupan gizi dalam mempersiapkan 1000 HPK, masalah gizi dan penyakit-penyakit pada remaja, dan tantangan menjadi generasi millennial yang tangguh.

“Peserta diajak untuk menganalisis masalah dengan pendekatan studi kasus, agar dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan remaja dalam mempersiapkan 1000 HPK,” ujarnya.

Menurut Dody, remaja merupakan fase kritis dalam siklus kehidupan manusia karena adanya perubahan fisik, psikologis, dan juga lingkungan sosial. Maka perlu mendapatkan perhatian khusus untuk menjaga kualitas pemenuhan gizi supaya terwujud SDM yang berkualitas.

Sementara itu, Ratu menyampaikan, remaja sebagai individu yang dinamis dan didukung kelembagaan pemuda berpotensi menjadi motor penggerak perubahan perilaku remaja dalam memenuhi kebutuhan gizi yang baik.

“Khususnya bagi remaja putri dalam mempersiapkan kehamilan, persalinan, dan nifas, hingga memenuhi kebutuhan gizi bayi secara optimal,” ungkapnya.

Selanjutnya, Desi menjelaskan, masih kuatnya stereotype masyarakat kita bahwa cantik itu harus kurus, membuat banyak remaja yang melakukan diet tanpa advice tenaga kesehatan.

“Ini menimbulkan resiko terjadinya anemia, kurangnya energinkronik (KEK), dan overweight, hingga penyakit lain seperti Diabetes dan Penyakit Jantung Koroner (PJK),” terangnya.

Kepala Padukuhan Garon Rosada mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk bersinergi menguatkan peran remaja dalam mempersiapkan 1000 HPK.

“Hasilnya bisa dirasakan dalam jangka panjang terhadap perbaikan kualitas peradaban suatu bangsa. Ke depan dapat ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan serupa dengan sasaran yang berbeda,” jelasnya.

Ditambahkan, Prevalensi angka stunting atau balita pendek menurut tinggi badan dan usia di DIY adalah sebesar 14,36. Ini berdasarkan profil kesehatan DIY tahun 2016. Angka ini turun menjadi 13,86 pada tahun 2017.

Namun, prevalensi angka balita pendek atau stunting di Provinsi DIY masih tergolong cukup tinggi jika dibandingkan dengan Riskesdas tahun 2013 8,2 persen.

Disebutkan, salah satu kabupaten di DIY yang menjadi kabupaten atau kota prioritas intervensi stunting adalah Bantul. (Subiyantoro)

Sumber: wartajogja.id

Pentingnya Ketahanan Keluarga Terhadap Pembentukan Pribadi Individu

(7/2/2020) Prodi BK FKIP UAD yang diwakili oleh Amien Wahyudi, M.Pd. menyelenggarakan pengabdian masyarakat yang dilakukan di balai desa dusun cowelo kidul, desa candirejo kecamatan semanu kabupaten gunung kidul. Kegiatan ini  dilangsungkan berbarengan dengan kegiatan KKN Mahasiswa UAD di desa tersebut, yang diikuti oleh 30 ibu-ibu yang berasal dari dusun Gebang, Cuwelu Kidul dan Soka. Tingginya masalah yang terjadi di dalam keluarga menyebabkan rentannya keluarga terhadap masalah emosional. Melihat fenomena tersebut maka dosen prodi BK UAD mengadakan kegiatan penyuluhan yang mengangkat tema Ketahan Keluarga. Diharapkan dengan diangkat nya tema ini masyarakat, khususnya kaum ibu, mengetahui betapa pentingnya ketahanan keluarga terhadap pembentukan pribadi individu karena penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki ketahan rendah rentan menjadikan individu mengalami gangguan emosi seperti cemas, rendah diri bahkan melakukan tindakan agresi.

Bimbingan Dan Konseling Kedamaian Universitas Hein Namotemo

(Selasa, 24/09/2019) Dosen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Kegeuruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan  menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui kuliah umum di Universitas Hein Namotemo, Maluku Utara. Kegiatan ini bagian dari desiminasi dana penelitian dari Kemenristek Dikti. Pemateri kuliah umum adalah Agus Supriyanto, M.Pd. dan ditemani oleh Hardi Prasetiawan, M.Pd. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksankan pada hari Selasa, 24 September 2019 di Ruang Seminar Universitas Hein Namotemo. Peserta kuliah umum adalah seluruh Mahasiswa dan Dosen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Imu Sosial dan Kependidikan, Universitas Hein Namotemo.

Tema kegiatan pengabdian adalah Bimbingan dan Konseling Kedamaian. Tema ini diangkat karena merebaknya perilaku agresi yang muncul di Indonesia pada Pemilihan Umum Presiden. Perilaku agresi yang muncul dengan berbagai bentuk yaitu verbal, fisik, marah, maupun benci. Model bimbingan dan konseling kedamaian diterapkan melalui mekanisme bimbingan kedamaian secara klasikal dan kelompok, serta konseling secara individual dan kelompok. Kuliah umum juga menerapkan kegiatan konseling kedamaian dan dievaluasi bersama mahasiswa dan dosen bmbingan dan konseling di Universitas Hein Namotemo.

Melatih Guru Untuk Mampu Menyusun Proposal Penelitian Tindakan Bimbingan Dan Konseling

(28/08/2019) Dosen Bimbingan dan Konseling, Fakultas Kegeuruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan  menyelenggarakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dengan tema Peningkatan Kemamuan Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menyusun Proporal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Peserta program adalah guru bimbingan dan konseling di Sekolah Menengah Muhammadiyah (SMP/ SMA/ SMK) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah peserta yang hadir adalah 28 peserta.

Program ini dirancang karena inisiasi karena problematika guru bahwa guru hanya mengejar laporan penelitian, tetapi belum tentu merancang atau merencanakan penelitian (proporsal) sejak awal masalah. Program ini diinisiasi oleh dosen bimbingan dan konseling. Pemateri dari program ini adalah Agus Supriyanto, M.Pd., Agungbudiprabowo, M.Pd., dan Drs. Purwadi, M.Si., Ph.D. Program ini juga dibantu oleh Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru, Universitas Ahmad Dahlah yaitu Dr. Sri Hartini, M.Pd.  Pelaksanaan program pada bulan Agustus 2019 selama 1 bulan.

Materi program ini meliputi pengetahun dan pemahaman tentang konsep dasar dari Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling atau disingkat PTBK. Kemudian dilanjutkan dengan materi Penngkatan Kemampuan Menyusun Pendahuluan dari identifikasi permasalahan, merumuskan masalah, tujuan penelitian, mengetahui variabel pneleitian, menyusun latar belakang masalah, dan manfaat penelitian. Tahap berikutnya guru belajar menyusun kajian teoritis dengan bantuan google scholar sebagai rujukan. Kemudian guru belajar menyusun metode penelitian dan instrument penelitian sebagai dasar pengembangan diri. Terakhir guru belajar dan menyusun publikasi ilmiah berbentuk gagasan ilmiah dari proposal. Hasil yang sudah disusun telah dipresentasikan oleh guru sebagai evaluasi diri. Program ini memberikan dampak kemampuan guru untuk mampu merancang proposal penelitian tindakan bimbingan dan konseling dan aplikasi di sekolah.

Penyuluhan TRIAD KRR dan Bakti Sosial di Panti Asuhan Amanah

Minggu, 21 Juli 2019 PIK M Sahabat Mentari UAD telah menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) dan Bakti Sosial yang bertempat di Panti Asuhan Amanah Trimulyo dengan dua pemateri yaitu pemateri satu disampaikan oleh Rizki Agus Prayudi dengan materi Genre “Bahaya Berpacaran” dan pemateri dua oleh Ziti Zainah dengan materi Genre “Pola Hidup Sehat”. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang TRIAD KRR kepada Anak-anak yatim piatu & duafa di Panti Asuhan Amanah dan kegiatan ini dapat meningkatkan rasa syukur kita terhadap Allah SWT dan menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama dengan memberikan bantuan dana melalui penggalangan di media sosial.

Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Amanah Trimulyo di jalan Imogiri Timur yang diikuti oleh 42 peserta yang berasal dari anggota PIK M Sahabat Mentari periode 2019/2020 dan Anak-Anak Panti Asuhan Amanah. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00-13.00 WIB, yang dibuka oleh Ibu Aprilia Setyowati, M.Pd selaku DPM PIK M Sahabat Mentari. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi pertama diisi dengan pemaparan materi Genre dan sesi kedua diisi dengan games, games dilakukan oleh Anak-anak Panti Asuhan Amanah dan juga Anggota PIK M Sahabat Mentari dengan permainan Ular Tangga dan permainan Tusuk Sate guna untuk melatih konsentrasi dan menjalin kerjasama yang baik.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini agar PIK M Sahabat Mentari dan Anak-Anak di Panti Asuhan Amanah mendapatkan wawasan dan informasi mengenai TRIAD KRR, melakukan tindakan yang tepat dalam menjaga diri untuk menjauhi pacaran dan menjaga pola hidup sehat, memperlakukan Anak-Anak Panti Asuhan Amanah dengan cara yang sesuai sehingga pengurus PIK M Sahabat Mentari Periode 2019/2020 dapat menjadi pelopor dan agent of change dalam memberikan informasi dan motivasi.

Selama kegiatan berlangsung, Anak-Anak Panti Asuhan Amanah sangat antusias dalam menyimak materi. Materi yang disampaikan oleh kedua pemateri mampu menumbuhkan keingintahuan Anak-Anak mengenai materi GenRe. Anak-Anak di Panti Asuhan Amanah juga sangat senang ketika diadakannya sesi games yaitu Ular Tangga dan Tusuk Sate.