Dari Ruang Kuliah ke Ruang Praktik, Mahasiswa BK UAD Pamerkan Media BK Belajar Inovatif

Yogyakarta – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui Pameran Media BK Belajar yang diselenggarakan pada Rabu, 15 Juli 2026, di Lantai 7 Gedung Siti Walidah (Gedung Laboratorium Terpadu), Kampus IV UAD. Kegiatan ini merupakan luaran Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah BK Belajar yang diampu oleh Aprilia Setyowati, M.Pd.

Pameran menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil karya berupa berbagai media layanan bimbingan dan konseling yang dirancang secara kreatif, inovatif, serta aplikatif. Media-media tersebut dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan layanan bimbingan belajar di sekolah sehingga mampu menjawab kebutuhan peserta didik dengan pendekatan yang menarik, interaktif, dan mudah diterapkan oleh guru BK maupun konselor.

Beragam produk yang dipamerkan mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik di lapangan. Setiap media dirancang berdasarkan kebutuhan nyata peserta didik, sehingga tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memiliki fungsi edukatif sebagai media pendukung layanan bimbingan belajar.

Menurut dosen pengampu mata kuliah, Aprilia Setyowati, M.Pd., pembelajaran melalui proyek seperti ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam merancang, mengembangkan, dan mempresentasikan media bimbingan yang dapat diimplementasikan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bermanfaat bagi praktik profesional.

Selain menjadi bentuk evaluasi pembelajaran, pameran ini juga memberikan pengalaman autentik kepada mahasiswa dalam mempresentasikan hasil karya kepada pengunjung, menerima masukan dan umpan balik, serta melatih kemampuan komunikasi profesional. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon guru Bimbingan dan Konseling maupun konselor profesional yang dituntut mampu menghadirkan layanan yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Antusiasme mahasiswa dan pengunjung selama pameran menunjukkan bahwa pendekatan Project-Based Learning (PjBL) mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi media BK yang berkualitas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UAD dalam menyelenggarakan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan profesional, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah.

Melalui Pameran Media BK Belajar, Program Studi BK FKIP UAD berharap mahasiswa semakin siap menghadapi dunia kerja dengan kompetensi yang unggul serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah maupun lembaga pendidikan lainnya.

Alumni BK UAD Berbagi Pengalaman dan Materi dalam Perkuliahan Asesmen Bimbingan dan Konseling Krisis: Fokus pada Asesmen Klien Adiksi NAPZA

Yogyakarta, 8 Juli 2026 – Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan Alumni BK UAD Berbagi dalam Perkuliahan bertajuk Pendampingan Asesmen Klien Adiksi NAPZA pada Rabu (8/7/2026) di Ruang Kelas Kampus 4 UAD. Kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan mata kuliah Asesmen Bimbingan dan Konseling Krisis yang diikuti oleh 30 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Semester 6.

Kegiatan menghadirkan alumni Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling UAD, Renantapria Pramuditya, S.Pd., sebagai narasumber dan bekerja sebagai konselor adiksi di Badan Narkotika Nasional Kabulaten Sleman. Melalui sesi berbagi pengalaman, narasumber memaparkan praktik asesmen terhadap klien adiksi NAPZA berdasarkan pengalaman di lapangan. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun hubungan profesional dengan klien adiksi, melakukan wawancara mendalam, serta menggali informasi secara komprehensif sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan layanan konseling.

Perkuliahan ini didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Asesmen Bimbingan dan Konseling Krisis yaitu Dr. Agus Supriyanto, M.Pd., yang memiliki kepakaran di bidang Bimbingan dan Konseling Adiksi. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa asesmen terhadap individu dengan adiksi NAPZA dapat dilakukan menggunakan Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test (ASSIST) melalui pertanyaan-pertanyaan mendalam yang mengeksplorasi tujuh domain penting dalam kehidupan klien. Asesmen yang komprehensif menjadi langkah awal dalam memahami kondisi klien secara menyeluruh sehingga intervensi konseling yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.

Dr. Agus Supriyanto juga menegaskan bahwa keluarga merupakan domain yang sangat penting dalam proses asesmen klien adiksi NAPZA. Menurutnya, keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan identitas diri, perkembangan psikososial, serta keberhasilan proses pemulihan. Oleh karena itu, konselor perlu memahami dinamika keluarga, pola komunikasi, sistem dukungan, serta berbagai faktor risiko dan faktor protektif yang terdapat dalam lingkungan keluarga sebelum menyusun rencana intervensi.

Selain memperoleh penguatan konsep, mahasiswa juga berdiskusi mengenai berbagai kasus yang sering ditemui dalam praktik layanan konseling adiksi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan pengalaman nyata di lapangan sehingga meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai permasalahan konseling krisis.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang lebih baik dalam melaksanakan asesmen terhadap klien adiksi NAPZA secara profesional, sistematis, empatik, dan berbasis bukti. Kolaborasi antara dosen dan alumni dalam proses pembelajaran menjadi salah satu upaya Program Studi Bimbingan dan Konseling UAD untuk menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, sekaligus memperkuat kompetensi calon konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling krisis. Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah bahwa keluarga merupakan kunci dalam proses pencarian jati diri sekaligus menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pemulihan individu dari adiksi NAPZA.

Workshop Metode Penelitian BK UAD Bekali Mahasiswa Hadapi Tugas Akhir dengan Analisis Rasch Model

Yogyakarta– Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Workshop Metode Penelitian bertajuk “Optimalisasi Kesiapan Tugas Akhir Mahasiswa BK melalui Pengembangan Instrumen Penelitian dan Analisis Rasch Model” pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Bersama FTI, Lantai 5, Kampus IV UAD dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi BK yang sedang mempersiapkan penyusunan tugas akhir.

Workshop ini menjadi salah satu upaya Program Studi BK FKIP UAD dalam meningkatkan kompetensi metodologis mahasiswa, khususnya dalam menyusun instrumen penelitian yang valid dan reliabel serta memahami penggunaan Rasch Model sebagai salah satu pendekatan analisis data yang semakin banyak diterapkan dalam penelitian bidang pendidikan dan bimbingan konseling.

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Program Studi BK FKIP UAD, Dr. Muya Barida, M.Pd., yang menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa sejak awal dalam menghadapi proses penyusunan tugas akhir.

Dalam sambutannya, Dr. Muya Barida menyampaikan bahwa penyelesaian tugas akhir tidak hanya bergantung pada kemampuan menulis, tetapi juga ditentukan oleh pemahaman terhadap metodologi penelitian yang tepat.

“Mahasiswa perlu memiliki kesiapan yang matang dalam menyusun tugas akhir. Salah satunya adalah memahami cara mengembangkan instrumen penelitian yang baik serta memilih teknik analisis data yang sesuai. Melalui workshop ini diharapkan mahasiswa memiliki bekal yang lebih kuat sehingga proses penyusunan skripsi dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan penelitian yang berkualitas,” ujarnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber dari dosen Program Studi BK FKIP UAD, yaitu Dr. Amien Wahyu, M.Pd., Kons. dan Dr. Tri Sutanti, M.Pd.

Pada sesi pertama, Dr. Amien Wahyu menjelaskan tahapan penyusunan instrumen penelitian mulai dari penyusunan indikator, penyusunan butir instrumen, hingga proses validasi. Ia menekankan bahwa kualitas instrumen menjadi fondasi utama dalam menghasilkan data penelitian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Selanjutnya, Dr. Tri Sutanti memaparkan materi mengenai Analisis Rasch Model sebagai metode modern dalam menguji kualitas instrumen penelitian. Peserta diperkenalkan pada konsep dasar Rasch Model, interpretasi hasil analisis, hingga penerapannya dalam penelitian bimbingan dan konseling. Materi disampaikan secara sistematis disertai contoh kasus sehingga memudahkan mahasiswa memahami implementasinya dalam penelitian skripsi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mahasiswa aktif mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta berdialog langsung dengan narasumber mengenai berbagai kendala yang sering ditemui saat menyusun proposal maupun melakukan analisis data penelitian.

Melalui workshop ini, Program Studi BK FKIP UAD berharap mahasiswa semakin siap menghadapi proses penyusunan tugas akhir dengan bekal pemahaman metodologi penelitian yang lebih komprehensif. Selain meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen program studi dalam mendukung lahirnya lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan metodologi penelitian, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu bimbingan dan konseling.

BK UAD Gelar “Counselor Goes to School”, Siswa SMAN 2 Teluk Keramat Antusias

Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperluas jejaring kemitraan pendidikan melalui program “Counselor Goes to School”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyapa langsung sekolah mitra sekaligus mengenalkan dunia bimbingan dan konseling kepada para siswa.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di SMAN 2 Teluk Keramat dengan menghadirkan dosen Prodi BK UAD, Hardi Prasetiawan, M.Pd., sebagai pembicara utama.

Dalam pemaparannya, Hardi menjelaskan berbagai aktivitas akademik dan nonakademik yang dijalankan di lingkungan Prodi BK UAD. Ia juga memperkenalkan berbagai program pengembangan mahasiswa yang mendukung peningkatan kompetensi calon konselor dan pendidik profesional.

Selain itu, Hardi turut menyampaikan sejumlah prestasi yang berhasil diraih oleh dosen maupun mahasiswa Prodi BK UAD di tingkat regional maupun nasional. Paparan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai peluang pengembangan diri di bidang bimbingan dan konseling.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa SMAN 2 Teluk Keramat. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi berlangsung, mulai dari menyimak materi hingga terlibat dalam diskusi dan tanya jawab.

Program “Counselor Goes to School” diharapkan mampu menumbuhkan minat siswa untuk melanjutkan studi di bidang pendidikan, khususnya bimbingan dan konseling. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mencetak calon pendidik dan konselor profesional di masa depan.

Melalui program ini, Prodi BK UAD menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta membangun kolaborasi positif dengan sekolah-sekolah dalam mendukung pengembangan pendidikan dan layanan konseling.

Dosen BK UAD Gelar Pengabdian, Perkuat Kesehatan Mental Guru SD Muhammadiyah Bolu

Sleman, April 2026 — Dosen Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Mufied Fauziah, M.Pd., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema peningkatan ketahanan kesehatan mental guru di SD Muhammadiyah Bolu Seyegan.

Kegiatan ini berlangsung secara berkala setiap bulan, mulai Januari hingga April 2026, dengan fokus pada penguatan kapasitas guru dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja maupun keluarga.

Program pengabdian ini dilaksanakan bersama tim yang diketuai oleh Mufied Fauziah, M.Pd., dengan anggota Dr. Wahyu Nanda Eka Saputra, M.Pd., Kons., serta Dr. Febritesna Nuraini, S.Sos.I., M.Pd.

Rangkaian kegiatan terdiri dari empat pertemuan tematik. Pertemuan pertama pada 23 Januari 2026 membahas ketahanan kesehatan mental bersama keluarga. Selanjutnya, pertemuan kedua pada 23 Februari 2026 mengangkat topik ketahanan mental dalam relasi dengan rekan sejawat.

Pada pertemuan ketiga yang berlangsung 15 Maret 2026, peserta mendapatkan materi tentang pentingnya self-care bagi guru sebagai upaya menjaga keseimbangan emosional. Sementara itu, pertemuan keempat pada 23 April 2026 menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam menjaga kesehatan mental.

Melalui pendekatan yang aplikatif dan kontekstual, para guru diajak untuk memahami serta menerapkan strategi sederhana dalam menghadapi tekanan kerja, khususnya dalam proses pembelajaran di kelas.

Ketua tim pengabdian, Mufied Fauziah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi para guru dalam menjalankan peran profesionalnya.

“Guru tidak hanya dituntut kompeten secara akademik, tetapi juga perlu memiliki ketahanan mental yang baik agar mampu menghadapi dinamika peserta didik,” ujarnya.

Melalui program ini, tim BK UAD berharap kualitas guru dalam menghadapi peserta didik semakin meningkat, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat secara psikologis.

Bootcamp Konselor Sebaya UAD 2026, Dr. Rohmatus Naini Tekankan “Mendengar Tanpa Menghakimi”

Yogyakarta, 2 Mei 2026 — Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Rohmatus Naini, M.Pd., menjadi pembicara dalam kegiatan Bootcamp Konselor Sebaya tingkat program studi yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) UAD.

Kegiatan ini berlangsung pada Jumat–Sabtu (1–2 Mei 2026) di Hotel Wisma Sargede dan diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UAD.

Bootcamp secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Gatot Sugiharto, M.Hum., didampingi Kepala Bimawa Dr. Choirul Fajri, M.A., serta Kepala Bidang Bimawa Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd.

Dalam pemaparannya, Dr. Rohmatus Naini menekankan pentingnya keterampilan dasar konseling, khususnya kemampuan mendengar secara empatik tanpa menghakimi. Ia menyampaikan bahwa peran konselor sebaya sangat strategis dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai persoalan pribadi maupun akademik.

“Mendengar bukan menghakimi. Jika kata-kata kita tidak bisa menguatkan, setidaknya jangan sampai melemahkan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya membangun ketahanan emosional bagi para konselor sebaya. Hal ini dinilai krusial agar mereka mampu menjalankan peran pendampingan secara optimal tanpa terbebani secara psikologis.

Kegiatan bootcamp ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya dukungan teman sebaya yang positif dalam proses perkembangan diri.

Sementara itu, Kepala Bidang PKK Bimawa sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan individu yang terus bertumbuh dan membutuhkan lingkungan yang suportif.

“Mahasiswa adalah individu yang bertumbuh. Untuk berkembang secara optimal, mereka membutuhkan dukungan teman sebaya yang positif. Alhamdulillah, UAD sudah lima tahun mengawal peran ini untuk membentuk Dahlan Muda yang tangguh dan berprestasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UAD terus berkomitmen memperkuat peran konselor sebaya sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat secara mental dan suportif bagi seluruh mahasiswa.

Dosen BK UAD Latih Lansia Sukoharjo Produksi Keripik Pisang dan Kelola Keuangan untuk Penguatan Financial Wellness

SUKOHARJO — Dosen Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Muya Barida, M.Pd, dan Dian Ari Widyastuti, M.Pd., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan produksi keripik pisang dan pengelolaan keuangan bersama Komunitas Lansia Sejahtera (KOLOSE).

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, di Desa Waru, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan produktif serta kemandirian ekonomi para lansia melalui kegiatan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Pelatihan ini mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok lansia.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan pelatihan teknis pembuatan keripik pisang mulai dari proses pemilihan bahan, pengolahan, hingga pengemasan produk. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait pengelolaan keuangan sederhana, seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta perencanaan usaha kecil.

Dr. Muya Barida menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi serta pemahaman keuangan di kalangan anggota KOLOSE.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para lansia tidak hanya mampu memproduksi keripik pisang secara mandiri, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Para lansia aktif mengikuti setiap sesi dengan semangat, menunjukkan bahwa usia bukan menjadi hambatan untuk tetap produktif dan belajar hal baru.

Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dari sisi peningkatan ekonomi maupun pemberdayaan sosial bagi komunitas lansia di wilayah Sukoharjo. Selain itu, program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi UAD dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelatihan LDKO di Mangunan Bantul, Dosen BK UAD Tekankan Kepemimpinan Berdampak

Bantul — Dosen Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dr. Caraka Putra Bhakti, M.Pd., memberikan pelatihan dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) yang digelar pada 24–25 April 2026 di kawasan Mangunan, Bantul.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP UAD, dengan mengusung tema “Ruang Tumbuh Pembelajaran: Membangun Kepemimpinan Mahasiswa yang Kritis dan Berdampak.”

Pelatihan LDKO ini diikuti oleh mahasiswa yang tergabung dalam kepengurusan organisasi sebagai upaya membentuk karakter kepemimpinan yang tidak hanya aktif, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Dalam sesi materinya, Dr. Caraka Putra Bhakti menekankan pentingnya integritas dan keteladanan dalam memimpin. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan tanggung jawab untuk membawa perubahan.

“Jangan jadi pemimpin yang hanya bisa memerintah, jadilah pemimpin yang berani menderita paling awal demi perubahan,” tegasnya.

Menurutnya, seorang pemimpin mahasiswa harus memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan, berpikir kritis, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika organisasi maupun masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga dilengkapi dengan diskusi interaktif dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan berbasis pengalaman. Suasana alam Mangunan turut memberikan nuansa reflektif bagi peserta dalam memahami peran kepemimpinan secara lebih mendalam.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa mampu mengembangkan kapasitas diri sebagai pemimpin yang adaptif, kritis, dan berdampak positif bagi masa depan. Selain itu, LDKO ini menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi pemimpin muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan organisasi dan masyarakat luas.

Mahasiswa BK UAD Ikuti Launching Counselor Teman Sebaya ke-5

Yogyakarta – Mahasiswa Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengikuti kegiatan Launching Program Counselor Teman Sebaya yang diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni UAD pada 25 April 2026 di Amphitarium Kampus 4 UAD. Kegiatan ini mengusung tema “Peran UAD dalam Mendampingi Dahlan Muda Menjadi Mahasiswa Tangguh dan Berprestasi.”

Dalam kegiatan tersebut, isu media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan mental mahasiswa menjadi sorotan utama. Narasumber, Prof. Dr. Dody Hartanto, M.Pd., dosen Program Studi BK FKIP UAD, menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa dalam menjaga kesehatan mental di tengah tekanan dunia digital.

Selain itu, Prof. Dody juga mengingatkan pentingnya nilai penghormatan terhadap orang tua. Ia menyampaikan bahwa perjuangan orang tua memiliki peran besar dalam keberhasilan akademik mahasiswa.

“Perjuangan orang tua telah menghantarkan kita menuju kesuksesan akademik hingga lulus sebagai sarjana. Sudah sepatutnya kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada mereka,” ujarnya.

Acara launching dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Gatot Sugiarto, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan Program Counselor Teman Sebaya yang dinilai memberikan dampak positif bagi mahasiswa.

“Keterlibatan mahasiswa dalam memberikan pendampingan kepada sesama memiliki peran penting, khususnya dalam mendukung keberhasilan akademik,” kata Gatot.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Bimawa UAD, Dr. Caraka Putera Bhakti, M.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan selama lima tahun. Peluncuran yang ke-5 ini menjadi bentuk penguatan komitmen dalam memberikan layanan pendampingan berbasis teman sebaya.

“Melalui konsep teman sebaya, diharapkan berbagai permasalahan akademik mahasiswa dapat diurai secara lebih efektif,” ungkapnya.

Program Counselor Teman Sebaya dirancang sebagai wadah dukungan bagi mahasiswa untuk saling berbagi dan membantu mengatasi berbagai persoalan, baik akademik maupun nonakademik. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan setara, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat secara mental dan suportif.

Universitas Ahmad Dahlan |FKIP UAD | Prodi BK UAD | PMB UAD

HMPS Bimbingan dan Konseling FKIP UAD Serahkan Tiga Ekor Hewan Qurban bagi Warga Dusun Kiyaran, Bantul, Yogyakarta

Kamis, 29 Juni 2023, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan penyerahan hewan kurban hasil donasi sejumlah tiga ekor kambing. Hewan kurban tersebut disalurkan kepada masyarakat Dusun Kiyaran, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

#hmpsbkuad #iduladha2023 #uad #fkipuad #prodibkuad #weareuad #wearethenexteducators