Pentingnya Ketahanan Keluarga Terhadap Pembentukan Pribadi Individu
(7/2/2020) Prodi BK FKIP UAD yang diwakili oleh Amien Wahyudi, M.Pd. menyelenggarakan pengabdian masyarakat yang dilakukan di balai desa dusun cowelo kidul, desa candirejo kecamatan semanu kabupaten gunung kidul. Kegiatan ini dilangsungkan berbarengan dengan kegiatan KKN Mahasiswa UAD di desa tersebut, yang diikuti oleh 30 ibu-ibu yang berasal dari dusun Gebang, Cuwelu Kidul dan Soka. Tingginya masalah yang terjadi di dalam keluarga menyebabkan rentannya keluarga terhadap masalah emosional. Melihat fenomena tersebut maka dosen prodi BK UAD mengadakan kegiatan penyuluhan yang mengangkat tema Ketahan Keluarga. Diharapkan dengan diangkat nya tema ini masyarakat, khususnya kaum ibu, mengetahui betapa pentingnya ketahanan keluarga terhadap pembentukan pribadi individu karena penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki ketahan rendah rentan menjadikan individu mengalami gangguan emosi seperti cemas, rendah diri bahkan melakukan tindakan agresi.

Minggu, 21 Juli 2019 PIK M Sahabat Mentari UAD telah menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Tiga Ancaman Dasar Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR) dan Bakti Sosial yang bertempat di Panti Asuhan Amanah Trimulyo dengan dua pemateri yaitu pemateri satu disampaikan oleh Rizki Agus Prayudi dengan materi Genre “Bahaya Berpacaran” dan pemateri dua oleh Ziti Zainah dengan materi Genre “Pola Hidup Sehat”. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang TRIAD KRR kepada Anak-anak yatim piatu & duafa di Panti Asuhan Amanah dan kegiatan ini dapat meningkatkan rasa syukur kita terhadap Allah SWT dan menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama dengan memberikan bantuan dana melalui penggalangan di media sosial.
Klitih menjadi masalah yang masih menjadi pekerjaan rumah banyak pihak. Perilaku ini merupakan salah satu bentuk anrkisme remaja yang sekarang sedang marak di Yogyakarta. Klitihidentik dengan segerombolan para remaja yang ingin melukai atau melumpuhkan lawannya dengan kekerasan. Ironisnya klitih juga sering kali melukai lawannya dengan benda-benda tajam seperti: pisau, gir, pedang samurai, dll. Perilaku ini menurut data kepolisian, pelaku paling banyak berasal dari Kabupaten Sleman, tepatnya di desa Purwomartani, kecamatan Kalasan.

